Kirmata atau Kermata adalah sebuah bendungan, waduk dan danau yang
terletak di Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, sekitar 7 km
dari utara pusat kota, jika anda berkunjung ke Sumenep pasti anda akan melewati
yang namanya Kecamatan Saronggi lebih tepatnya sebelum areal tambak atau Desa
Nambakor, untuk uang masuknya ke Kirmata itu tidak di kenakan biaya
apapun akan tetapi bagi yang dari perkotaan yang ingin mengunjungi Kirmata
dengan cara memakai alat transportasi semisal Bus Mini maka akan dikenakan
biaya sekitar kurang lebih Rp 10.000 PP ( Pulang Pergi ) .
Di Kirmata atau Kermata ini bisa disebut juga dengan waduk atau danau ini
terbentuk sejak dulu, sebenarnya awalnya adalah mata air tetapi di jaman
Kolonial Belanda kermata ini dibuat indah dan bagus dengan dibangunnya berbagai
fasilitas dan sebagainya. ternyata lambat laun Belanda mengubah Kermata menjadi
danau buatan dan dibuatlah bendungan untuk sistem irigasi untuk sawah-sawah
disekitar.
Kata Kirmata jarang disebut oleh masyarakat sekitar dan lebih dikenal
dengan Kermata, di Kermata pemandangannya sangat bagus, di sekitarnya adalah
sawah yang hijau nan luas dan di Kermata sendiri sekarang tumbuh bunga teratai
berwarna-warna membuat danau ini semakin indah, luas Kermata sendiri sekitar
2500 km² itu untuk daerah danaunya lain luas keseluruhannya.
Tak bisa dipungkiri, lokasi wisata di Sumenep cukup banyak.
Sebut saja Pantai Slopeng, Pantai Lombang, kraton, masjid agung,
maupun wisata keindahan pulau di kepulauan Sumenep. Sayangnya,
potensi wisata alam tersebut belum tergarap secara optimal. Salah
satunya, yakni Kirmata. Kirmata tersebut sangat berpotensi
dijadikan lokasi wisata. Kirmata yang berupa waduk
lokasinya berada di Desa/Kecamatan Saronggi, Sumenep. Dari pusat
Kota Sumenep berjarak sekitar tujuh kilometer ke arah selatan.
Pada awalnya kirmata merupakan mata air, akan tetapi di zaman kolonial
Belanda, Kirmata ini dibuat indah dan bagus dengan dibangun beberapa fasilitas
seperti gazebo dan sarana tempat bersantai. Ternyata, lambat laun Belanda
mengubah Kirmata menjadi danau buatan dan dibuatlah bendungan dengan sistem
irigasi untuk sawah-sawah disekitarnya. Tidak hanya air yang menjadi potensi
wisata, namun juga pemandangannya sangat bagus. Disekitarnya adalah sawah yang
hijau dan luas.
Menurut bambang Iriyanto, kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan
Olahraga (Disbudparpora)Sumenep, pihaknya sebenarnya sudah melakukan
langkah-langkah untuk memperbaiki Kirmata, namun masih ada kendala sehingga
perbaikan tersebut masih tertuda. “Kami akan menjadikan Kirmata sebagai potensi
wisata yang diminati masyarakat,” ungkapnya.
