Kamis, 23 Oktober 2014

Kirmata Saronggi














Kirmata atau Kermata adalah sebuah bendungan, waduk dan danau yang terletak di Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, sekitar 7 km dari utara pusat kota, jika anda berkunjung ke Sumenep pasti anda akan melewati yang namanya Kecamatan Saronggi lebih tepatnya sebelum areal tambak atau Desa Nambakor, untuk uang masuknya ke Kirmata itu tidak di kenakan biaya apapun akan tetapi bagi yang dari perkotaan yang ingin mengunjungi Kirmata dengan cara memakai alat transportasi semisal Bus Mini maka akan dikenakan biaya sekitar kurang lebih Rp 10.000 PP ( Pulang Pergi ) .
Di Kirmata atau Kermata ini bisa disebut juga dengan waduk atau danau ini terbentuk sejak dulu, sebenarnya awalnya adalah mata air tetapi di jaman Kolonial Belanda kermata ini dibuat indah dan bagus dengan dibangunnya berbagai fasilitas dan sebagainya. ternyata lambat laun Belanda mengubah Kermata menjadi danau buatan dan dibuatlah bendungan untuk sistem irigasi untuk sawah-sawah disekitar.
Kata Kirmata jarang disebut oleh masyarakat sekitar dan lebih dikenal dengan Kermata, di Kermata pemandangannya sangat bagus, di sekitarnya adalah sawah yang hijau nan luas dan di Kermata sendiri sekarang tumbuh bunga teratai berwarna-warna membuat danau ini semakin indah, luas Kermata sendiri sekitar 2500 km² itu untuk daerah danaunya lain luas keseluruhannya.
Tak bisa dipungkiri, lokasi wisata di Sumenep cukup banyak. Sebut saja Pantai Slopeng, Pantai Lombang, kraton, masjid agung, maupun wisata keindahan pulau di kepulauan Sumenep. Sayangnya, potensi wisata alam tersebut belum tergarap secara optimal. Salah satunya, yakni Kirmata. Kirmata tersebut sangat berpotensi dijadikan lokasi wisata. Kirmata yang berupa waduk lokasinya berada di Desa/Kecamatan Saronggi, Sumenep. Dari pusat Kota Sumenep berjarak sekitar tujuh kilometer ke arah selatan.







Pada awalnya kirmata merupakan mata air, akan tetapi di zaman kolonial Belanda, Kirmata ini dibuat indah dan bagus dengan dibangun beberapa fasilitas seperti gazebo dan sarana tempat bersantai. Ternyata, lambat laun Belanda mengubah Kirmata menjadi danau buatan dan dibuatlah bendungan dengan sistem irigasi untuk sawah-sawah disekitarnya. Tidak hanya air yang menjadi potensi wisata, namun juga pemandangannya sangat bagus. Disekitarnya adalah sawah yang hijau dan luas.
Menurut bambang Iriyanto, kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora)Sumenep, pihaknya sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki Kirmata, namun masih ada kendala sehingga perbaikan tersebut masih tertuda. “Kami akan menjadikan Kirmata sebagai potensi wisata yang diminati masyarakat,” ungkapnya.